Sabtu, 14 November 2015

Do'a Kami Untuk Ibu

Ketulusan Sosok Ibu Yang Tak Terbalaskan Dengan Apapun Kecuali Do'a ...

Ibu, beberapa hari lagi usia Ibu akan genap 50 tahun,
semoga Ibu selalu sehat … 
semoga Allah SWT melindungi Ibu dalam setiap langkahnya …
semoga sisa umur Ibu senantiasa memperoleh berkah …
semoga sinar Ibu selalu menerangi orang-orang di sekitarnya . . . 
semoga selalu menorehkan prestasi prestasi tanpa henti . . . 
semoga selalu mengembangkan senyum, dimanapun dan kapanpun. Amiin

Robbigh firli waliwali dayya warhamhuma kama robbayani shoghiro
Ya Allah ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan kasihanilah mereka berdua sebagaiaman mereka telah mendidikku diwaktu kecil
Aamiin ...



























Nikmat Syukur Kepada Allah SWT

Berbagai Cara Mensyukuri Nikmat Allah

1. Syukur dengan Hati

Cara bersyukur dengan hati dilakukan dengan menyadari sepenuhnya bahwa nikmat yang kita peroleh baik itu besar, kecil, banyak maupun sedikit semata-mata karena anugerah Allah.

Syukur dengan hati dapat mengantarkan kita untuk menerima anugerah dengan penuh kerelaan tanpa menggerutu meskipun kecilnya nikmat tersebut. Syukur ini akan melahirkan kesadaran betapa besarnya kemurahan dan kasih sayang Allah sehingga terucap kalimat pujian kepada-Nya.

2. Syukur dengan Lisan

Ketika kita sangat yakin bahwa segala nikmat yang diperoleh bersumber dari Allah, dengan mudah kita akan mengucapkan “Alhamdulillah” (segala puji bagi Allah). Oleh karena itu, apabila kita memperoleh nikmat dari seseorang, lisan akan tetap memuji Allah sebab adanya keyakinan bahwa orang lain adalah perantara sampainya nikmat tersebut pada kita.

3. Syukur dengan Perbuatan

Syukur dengan perbuatan mengandung arti bahwa segala nikmat dan kebaikan yang kita terima harus dipergunakan di jalan yang diridhoi-Nya. Misalnya untuk beribadah, membantu orang lain dari kesulitan, dan perbuatan baik lainnya.

Rasulullah menjelaskan bahwa Allah sangat senang melihat nikmat yang diberikan kepada hamba-Nya jika dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Rasulullah saw bersabda,

Sesungguhnya Allah senang melihat atsar (bekas/wujud) nikmat-Nya pada hamba-Nya.” (HR. Tirmidzi)

Maksud dari hadits di atas adalah bahwa Allah menyukai hamba yang menampakkan dan mengakui segala nikmat yang dianugerahkan kepadanya. Misalnya, orang yang kaya hendaknya menampakkan hartanya untuk zakat, sedekah dan sejenisnya. Orang yang berilmu menampakkan ilmunya dengan mengajarkannya kepada sesama, memberi nasihat, dsb. Maksud menampakkan di sini bukanlah pamer, namun sebagai wujud syukur kepada-Nya.

4. Menjaga Nikmat dari Kerusakan

Ketika nikmat dan karunia didapatkan, cobalah untuk dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Setelah itu, usahakan untuk menjaga nikmat itu dari kerusakan. Misalnya, ketika kita dianugerahi nikmat kesehatan, kewajiban kita adalah menjaga tubuh untuk tetap sehat dan bugar agar terhindar dari sakit.

Demikian pula halnya dengan nikmat iman dan Islam. Kita wajib menjaganya dari “kepunahan” yang disebabkan lemahnya iman. Untuk itu, kita harus senantiasa memupuk iman dan Islam kita dengan shalat, membaca Al-Qur’an, menghadiri majelis-majelis taklim, berdzikir dan berdo'a. Kita pun harus membentengi diri dari perbuatan yang merusak iman.

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Quran Al-Karim Surah An-Nahl [16]: ayat 18)

Wallahu A'lam Bishawab


























Selasa, 27 Januari 2015

Shalat Lima Waktu

Perintah Sholat Bagi Umat Muslim
SHOLAT DILAKUKAN SEJAK NABI ADAM A.S 

Allah subhana wata’ala mengutus nabi Muhammad SAW untuk mengerjakan sholat lima waktu setiap hari. Ini merupakan kelebihan dan anugerah Allah SWT terhadap umat Nabi Muhammad SAW. sebab, sholat tersebut akan memberikan perlindungan ketika di hari pembalasan kelak. Bagaimana asal mula sholat lima waktu dikerjakan oleh nabi-nabi Allah.
SHOLAT SHUBUH 

Ketika Nabi Adam diturunkan ke dunia diwaktu malam, beliau merasa takut. Ia dan Siti Hawa tidak diturunkan di satu tempat yang sama. Siti Hawa di Jeddah Saudi Arabia, sedangkan Nabi Adam di bukit Ruhun di pulau Sailan atau kini dinamakan Sailandra.

Setelah fajar terbit, Nabi Adam a.s. sujud syukur dua kali sujud ke hadirat Allah. Itulah sebabnya sholat subuh dua raka’at mengingatkan akan Nabi Adam AS sebagai orang yang pertama sujud di muka bumi. Maka disunahkan sholat Isyroq dua raka’at. 

Sujud pertama karena telah hilang rasa takutnya sebab gelapnya malam.

Sujud kedua karena syukur telah datangnya waktu siang.

SHOLAT DZUHUR 

Manusia pertama yang mengerjakan Sholat Dzuhur empat raka’at Nabi Ibrahim. Empat kali sujud dilakukan oleh Nabi Ibrahim dikarenakan, 

Sujud pertama, menyatakan syukur ke hadirat Allah, karena ia dan puteranya Ismail mampu menyelesaikan tugas berat dari Allah SWT.

Sujud ke dua, syukur atas ke hadirat Allah SWT karena beliau tidak terperdaya oleh bujukan syetan.

Sujud ke tiga, syukur ke hadirat Allah karena Ismail adalah putera yang sabar dan ia selamat tanpa luka apapun.
Sujud ke empat, kurban itu kemudian diganti dengan seekor kibas.

SHOLAT ASYAR 

Manusia pertama yang mengerjakan Sholat ashar adalah Nabi Yunus AS. Ketika Nabi Yunus berada di dalam perut ikan yang dapat dilakukannya hanyalah pasrah. Pada saat itu malaikat Jibril mengajarkan beliau mengucap zikrullah: “Laa ilaahanta subhaanaka innii kuntu minazh zhoolimiin.”
Artinya: “Tidak ada Tuhan kecuali Engkau, Maha suci Engkau, sesungguhnya aku daripada orang yang zhalim".

Sujud pertama meyatakan syukur ke hadirat Allah atas karunia beliau sudah terlepas dari kegelapan pikiran sehingga beliau mendapat musibah ditelan ikan besar. 

Sujud ke dua menyatakan syukur ke hadirat Allah sudah terlepas dari bahaya maut terkubur dalam perut ikan.

Sujud ke tiga menyatakan syukur ke hadirat Allah atas karunia-Nya sudah keluar dari dalam laut yang dalam dan gelap.

Sujud ke empat menyatakan syukur ke hadirat Allah atas karunia yang mengerakkan seekor kambing betina memberi minum air susunya tiap hari sehingga kekuatan tubuhnya pulih kembali.
SHOLAT MAGHRIB

Manusia pertama yang mengerjakan sholat maghrib adalah Nabi Isa. Hal ini terjadi ketika Nabi Isa dikeluarkan oleh Allah dari kejahilan dan kebodohan kaumnya, sedang waktu itu telah terbenamnya matahari. Bersyukurlah Nabi Isa, lalu sholat tiga raka'at karena diselamatkan dari kejahilan tersebut,
Sujud pertama, adalah ungkapan syukur ke hadirat Allah yang telah menyelamatkan ibunya dari tuduhan yang tidak benar, karena kemu’jizatan beliau. 

Sujud ke dua, syukur kehadirat Allah yang telah menyelamatkan ibunya dari penganiayaan orang yahudi.

Sujud ke tiga, adalah syukur ke hadirat Allah yang telah menyelamatkan dirinya dari penghianatan muridnya yang akan menangkapnya untuk diserahkan kepada raja Herodes dan akan dijatuhkan hukuman mati di palang kayu salib.

Di saat itu adalah waktu maghrib, beliau sujud tiga kali dan kemudian diangkat ke langit oleh Malaikat Jibril.

SHOLAT ISYA’

Manusia pertama yang mengerjakan sholat Isya adalah Nabi Musa AS. Hal ini terjadi ketika Nabi Musa AS. telah tersesat dan berusaha mencari jalan keluar dari Negeri Madyan, sedang dalam dadanya penuh dengan duka cita. Allah SWT menghilangkan semua perasaan duka citanya itu pada waktu isya yang akhir. Lalu Nabi Musa mengerjakan sholat empat rakaat sebagai tanda syukur Sujud pertama sebagai ungkapan syukur karena Allah menyelamatkan beliau dari kejaran Fir’aun. Sujud ke dua sebagai ungkapan syukur karena Allah SWT telah menolong beliau selama dalam perantauan di Madyan sampai beliau beristri puteri Nabi Syu’aib,

Sujud ke tiga, sebagai ungkapan syukur kerena Allah telah memilih beliau sebagai nabi untuk menyelamatkan Bani Israil dari tindasan Fir’aun. Sujud ke empat, sebagai ungkapan syukur karena Allah SWT telah menerima permohonan beliau kakaknya Harun diangkat pula menjadi nabi.

Wallahu A'lam Bishawab.
Demikian sekelumit tentang perintah SHALAT lima waktu, mudah-mudahan bisa menjadi manfaat serta senantiasa akan melaksanakan perintah-Nya . . .